Segala puji hanya Milik Allah SWT yang telah menciptakan Alam semesta. Allah yang menciptakan Langit dan Bumi maka Allah jualah yang akan menghancurkannya. Allah telah menghamparkan langit, bumi beserta Isinya sebagai pelajaran bagi orang orang yang berakal.
žcÎ) ’Îû È,ù=yz ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚö‘F{$#ur É#»n=ÏF÷z$#ur È@øŠ©9$# Í‘$pk¨]9$#ur ;M»tƒUy ’Í<'rT[{ É=»t6ø9F{$# ÇÊÒÉÈ tûïÏ%©!$# tbrãä.õ‹tƒ ©!$# $VJ»uŠÏ% #YŠqãèè%ur 4’n?tãur öNÎgÎ/qãZã_ tbrã¤6xÿtGtƒur ’Îû È,ù=yz ÏNºuq»uK¡¡9$# ÇÚö‘F{$#ur $uZ/u‘ $tB |Mø)n=yz #x‹»yd WxÏÜ»t/ y7oY»ysö6ß™ $oYÉ)sù z>#x‹tã Í‘$¨Z9$# ÇÊÒÊÈ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.
Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Alam, nabi besar Muhammad SAW yang saat ini kita sedang berada didalam bulan kelahiran Rasulullah Yaitu Bulan Rabiul Awwal yang dikenal dengan mauled Nabi Muhammad SAW.
Sidang Jum’at yang dirahmati Allah.
Senantiasa kita selalu meningkatkan ketaqwaan kepada Allah sebagai bekal akhirat kelak. Akhirat adalah tempat kita yang sesungguhnya, maka jangalah kita menyia nyiakan kesempatan didunia yang penuh dengan dongeng belaka.
Sudahlah cukup bagi manusia untuk memetik pelajaran atas apa yang ditimpakan kepada Rakyat Indonesia di akhir tahun ini khususnya di Bulan Desember 2014, berupa Bencana Longsor di Banjarnegara Jawa Tengah yang menewaskan hampir 100 orang manusia, belum selesai Bencana Longsor di urus, Indonesia kembali berduka dengan jatuhnya Pesawat air asia buatan Malaysia yang mengangkut 150 penumpang dan di perkirakan tewas.
Didalam benca tersebut diatas, ada saja keajaiban Allah SWT yang menuntut kita untuk membuka Mata atas kekuasaannya, jika ia berkehendak tidak ada satupun yang bisa menghalanginya, di dalam benca Longsor Banjarnegara keajaiban Muncul dengan Utuhnya 1 Rumah dan Kebun Jagung Milik seorang Guru Ngaji beserta keluarganya di di nayatakan selamat dalam musibah tersebut,padahal ia berada persis dibawah bukit terjadinya Longsor sedang rumah rumah yang berada disamping kiri , kanan,depan dan belakangnya hancur rata dengan tanah. Entah kebetulan atau tidak, tetapi ini adalah kekuasaan Allah SWT. Begitu juga, di dalam peristiwa jatuhnya Air Asia, kabar terdengar yang datang dari seorang nelayan ada orang yang ia lihat selamat. Mungkin pula kita masih ingat sunami di aceh yang meluh lantakkan rumah dan gedung gedung megah kecuali Masjid yang masih berdiri utuh bahkan tidak banyak air yang masuk kedalam masjid tersbut…Kesemua itu adalah kekuasaan Allah.
Hadirin Rahimakumullah..
Sekelumit cerita peristiwa di atas semoga bisa menjadi renungan bagi kita semua terlebih saat ini kita berada di tahun Baru 2015 yang sebagian besar merayakannnya dengan bertabur maksiat. Bahwa perayaan malam tahun baru pada hakikatnya adalah ritual peribadatan para pemeluk agama bangsa-bangsa di Eropa, baik yang Nasrani atau pun agama lainnya.
Disaming itu juga saat ini kita dihadapkan oleh kehadiran bulan Rabiul Awwal bulan kelahiran baginda Rasulullah SAW yang semoga menjadi ajang mendekatkan diri kita kepada Allah dan sunnah sunnah Rasulullah.
Ditahun baru dan bencana yang telah kita sama sama saksikan di siaran siaran televise semoga menjadi cambuk dalam mengoreksi diri untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, bahwasanya bencana dan maut bisa datang kapan saja dan dimana saja serta menimpa siapa saja yang Allah kehendaki.
Hadirin Rahimakumullah .
Baiklah, di dalam ayat yang sudah saya bacakan tadi,
žcÎ) ’Îû È,ù=yz ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚö‘F{$#ur É#»n=ÏF÷z$#ur È@øŠ©9$# Í‘$pk¨]9$#ur ;M»tƒUy ’Í<'rT[{ É=»t6ø9F{$# ÇÊÒÉÈ tûïÏ%©!$# tbrãä.õ‹tƒ ©!$# $VJ»uŠÏ% #YŠqãèè%ur 4’n?tãur öNÎgÎ/qãZã_ tbrã¤6xÿtGtƒur ’Îû È,ù=yz ÏNºuq»uK¡¡9$# ÇÚö‘F{$#ur $uZ/u‘ $tB |Mø)n=yz #x‹»yd WxÏÜ»t/ y7oY»ysö6ß™ $oYÉ)sù z>#x‹tã Í‘$¨Z9$# ÇÊÒÊÈ
Memiliki Makna Sebagai berikut : Lamunte gitak keagungan kence kekuasaannya leq dunia ini bukanlah suatu perkara yang sulit, karena di alam raya ini tidak terhitung banyaknya tanda tanda yang menunjukkan kekuasaanya. Bahkan kita bisa menyaksikan kekuasaan Allah pada tubuh kita sendiri. Ayat Ali imron 190-191 mengingatkan ikhwal kekuasaan Allah di alam ini dan perihal mereka yang memikirkannya. Marilah kita perhatikan dengan seksama kedua ayat itu dan kita simak pula penafsirannya sebagaimana dihimpunkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan ihwal penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Tuhan Kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi”, yaitu dalam hal tinggi dan luasnya langit, rendah dan tebalnya Bumi, serta kekuasan kekuasan maha dahsat yang tedapat pada keduannya, baik berupa taburan bintang-bintang yang bergerak dengan teratur maupun bintang yang diam. Begitupula lautan, hutan, pepohonan, serta berbagai makanan yang dimakan oleh manusia.
Selanjutnya kata “Serta pergantian malam dan siang”, yang susul-menyusul saling menggantikan dalam panjang dan pendek (dalam waktunya), tergambar kadang ada yang panjang dan yang lainnya menjadi pendek, kemudian kembali menjadi sama,kesemuanya itu adalah keteatpan Allah .
Sehingga, Allah SWT berfirman yang artinya selanjutya pada Surat Ali Imran “Benar-benar terdapat tanda kekuasaan bagi orang-orang yang berakal”, artinya yang akalnya sempurna dan bersih yang dapat memahami hakikat pergantian tersebut atau berbagai perkara yang ada, bukan seperti orang-orang yang tuli dan bisu, yang tidak dapat memahami tanda tanda tersebut.
Selanjutnya Allah Azzawallah menggambarkan Ulul Albab dengan berfirman, yang artinya, “(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring.” Dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim bahwa Nabi SAW bersabda, “Dirikanlah shalat sambil berdiri; jika tidak mampu, sambil duduk; jika tidak mampu juga, sambil berbaring.” Ini Artinya, mereka tidak henti-hentinya mengingat Allah dalam berbagai keadaan, yang di ikrarkan dengan hati maupun dengal lisan lisan mereka.
”Sesunggunya mereka mereka senantiasa memikirkan ihwal penciptaan langit dan bumi.” dengan memahami ketetapan-ketetapan yang ada pada keduanya,(Langit dan Bumi) sebagai bukti keagungan, kebesaran, kekuasaan, ilmu, kekuatan,hikmah, pilihan, dan rahmat Sang Pencipta yaitu Allah SWT.
Hadirin Rahimakumullah.
Sungguh begitu Banyak perkataan dari ara tokoh ulama mengenai keutamaan memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah dan nikmat-nikmat-Nya. Seperti Imam Ad-Darani yang mengatakan, “Sesungguhnya, jika aku keluar rumah, tidaklah pandangan mataku jatuh pada sesuatu melainkan aku lihat pada sesuatu itu nikmat Allah atas diriku dan pelajaran bagiku pada sesuatu itu.”
Begitu pula yang riwayat yang mengatakan bahwa Al-Hasan Al-Bashri pernah mengatakan, “Berpikir (yakni tentang tanda-tanda kekuasaan Allah) satu saat lebih baik daripada beribadah satu malam.” Ia juga mengatakan, “Pemikiran itu merupakan cermin yang dapat menunjukkan kepada dirimu ihwal kebaikan-kebaikanmu dan keburukan-keburukanmu.” Sedangkan Bisyr Al-Hafi mengatakan, “Seandainya manusia berpikir tentang keagungan Allah, niscaya mereka tak akan bermaksiat kepadanya.”
Diriwayatkan pula bahwa Nabi Isa AS pernah mengatakan, “Wahai anak Adam yang bersifat lemah, bertaqwalah kepada Allah di mana pun kamu berada, tetaplah merasa lemah selama di dunia, ambillah masjid sebagai rumah (sering-seringlah berada di masjid), ajarkan kedua matamu untuk menangis, ajarkan tubuhmu untuk bersabar, dan ajarkan hatimu untuk berpikir, dan janganlah engkau memikirkan (merisaukan) rizqi esok hari.”
Disini Allah Azzawajalla mencela seorang hamba yang tidak mau mengambil pelajaran pada setiap makhluk-makhluk-Nya, padahal pada setiap mahkluk Allah dapat menunjukkan Dzat-Allah, sifat-sifat-Allah, ketetapan-Ketetapan Allah, kekuasaan-Kekuasan Allah, dan tanda-tanda kebesaran-Allah SWT. Allah berfirman yang artinya, “Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling daripadanya.
Dan sebagian besar mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain). Disamping itu, Allah telah memuji hamba-hamba-Nya yang mukmin dan dikatakan-Nya, “(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan ihwal penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Tuhan Kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia’.” Artinya, Allah tidak menciptakan makhluk dengan main-main, melainkan dengan haq untuk kemudian dibalasnya orang-orang yang beramal buruk sesuai dengan apa-apa yang telah mereka lakukan serta membalas orang-orang yang berbuat baik dengan balasan kebaikan.
Kemudian mereka menyucikan Allah dari sifat main-main dengan mengatakan yang artinya, “Mahasuci Engkau.” Yakni dari menciptakan sesuatu dengan bathil. ”Maka peliharalah kami dari siksa neraka.” Yakni, wahai Dzat Yang telah Menciptakan segala ciptaan-Nya dengan haq dan adil, wahai Dzat Yang Mahasuci dari segala kekurangan, aib, dan main-main, peliharalah kami dari siksa neraka.
Hadirin Rahimakumullah..Demikianllah Khutbah Singkat yang bisa saya sampaikan, tentang Makna surat Ali Imron Ayat 190-191 serta beberapa contoh kehendak Allah yang memperingatkan manusia melalui bencana alam yang terjadi agar kita bisa mengambil pelajaran didalamnya.
Ê ÎŽóÇyèø9$#ur ÇÊÈ ¨bÎ) z`»|¡SM}$# ’Å"s9 AŽô£äz ÇËÈ žwÎ) tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# (#öq|¹#uqs?ur Èd,ysø9$$Î/ (#öq|¹#uqs?ur ÎŽö9¢Á9$$Î/ ÇÌÈ
إِنَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى غَفُوْرٌ رَحِيْمٌ
0 komentar:
Beri tanggapan anda tentang artikel di atas